Jumpa Pers

Kinerja RAAM FY2025: Tetap Sehat di Tengah Periode Konsolidasi

Kinerja RAAM FY2025: Tetap Sehat di Tengah Periode Konsolidasi

Jakarta, 1 April 2026 – PT Tripar Multivision Plus Tbk (IDX: RAAM), perusahaan hiburan terintegrasi, baru saja merilis hasil keuangannya untuk tahun penuh yang berakhir pada 31 Desember 2025.

RAAM membukukan penjualan neto sebesar Rp180.96 miliar pada FY2025, turun dari Rp229.34 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan ini sebagian besar mencerminkan jadwal perilisan film dan siklus monetisasi, serta portofolio konten yang lebih selektif pada FY2025. 

Sepanjang 2025, Perseroan tidak memproduksi sinetron maupun web series, yang turut menekan monetisasi library dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati demikian, kinerja mulai pulih memasuki Kuartal I 2026, ditandai dengan keberhasilan memasok satu judul sinetron ke stasiun televisi free-to-air (FTA) serta diperolehnya kontrak penyediaan library senilai lebih dari Rp45 miliar.

Meski demikian, rugi bersih menyempit secara signifikan menjadi Rp54.30 miliar dari Rp178.77 miliar pada FY2024. Perseroan juga mencatatkan arus kas operasi positif sebesar Rp16.97 miliar, mencerminkan pengelolaan modal kerja yang lebih ketat serta monetisasi portofolio konten yang berkelanjutan.

Dari sisi neraca, RAAM menutup tahun dengan total liabilitas sebesar Rp404.65 miliar dan ekuitas sebesar Rp1.30 triliun per 31 Desember 2025. Rasio utang terhadap ekuitas Perseroan berada di kisaran 0.23 kali, memberikan ruang yang cukup untuk menjalankan rencana ekspansi di bidang produksi konten dan pengembangan jaringan bioskop.

“FY2025 merupakan tahun konsolidasi bagi RAAM. Kinerja keuangan kami dipengaruhi oleh jadwal perilisan dan pengakuan biaya yang lebih tinggi, namun kami berhasil membuat kemajuan nyata dalam memperkuat fondasi operasional dan disiplin keuangan Perseroan,” ujar Vikas Chand Sharma, Direktur Keuangan RAAM.

Sepanjang tahun, RAAM terus melaksanakan strategi jangka panjangnya sebagai platform hiburan terintegrasi. Perseroan menjaga keaktifan jalur produksi kontennya, memperluas jangkauan distribusi ke pasar internasional, serta melanjutkan ekspansi jaringan Platinum Cineplex dengan pembukaan lokasi-lokasi baru di kawasan yang sedang berkembang.

RAAM juga mengembangkan ekosistemnya yang lebih luas melalui berbagai inisiatif strategis, di antaranya kolaborasi dengan IRSX serta investasi yang mencakup konten, distribusi, dan eksibisi yang semuanya diarahkan untuk membangun kemampuan Perseroan dalam menangkap nilai di sepanjang rantai nilai hiburan secara menyeluruh.

Ke depannya, RAAM sedang mempersiapkan rencana untuk meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa yang akan datang atas rencana Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue). Dana yang diperoleh direncanakan untuk memperkuat permodalan Perseroan dan mendanai ekspansi segmen eksibisi, khususnya pembangunan lebih dari 50 lokasi Platinum Cineplex baru di seluruh Indonesia. Inisiatif ini mencerminkan keyakinan RAAM terhadap pertumbuhan permintaan bioskop yang berkelanjutan, terutama di pasar tier-2 dan tier-3 yang masih belum terlayani secara optimal, dan merupakan inti dari strategi Perseroan untuk membangun ekosistem hiburan terintegrasi penuh yang mencakup produksi konten, distribusi, dan eksibisi. 

“Kami tetap optimis terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang industri hiburan Indonesia. RAAM berada pada posisi yang tepat untuk memanfaatkan meningkatnya permintaan terhadap konten lokal dan terus berkembangnya infrastruktur bioskop di seluruh penjuru negeri,” tambah Vikas.

Multivision Plus
April 1, 2026